Film dilan 1990

Dilan 1990 adalah drama romantis indonesia pada tahun 2018 yang disutradarai oleh Fajar Bustomi dan Pidi Baig. (1) Film ini diangkat dari novel Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq dan dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla. Para pemain pendukungnya antara lain Farhan, Ira Wibowo, Tike Priatnakusumah, dan personel grup idola JKT48, Adhisty Zara. Ridwan Kamil, yang saat rilis film menjabat sebagai Wali Kota Bandung, juga ikut bermain di film ini. Kakak Vanesha, Sissy Priscillia, menjadi narator film sekaligus suara dari Milea dewasa.

Plot

Milea (Vanesha Prescilla) bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) di sebuah SMA di Bandung. Itu adalah tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan yang tidak biasa kemudian membawa Milea mulai mengenal keunikan Dilan lebih jauh. Dilan yang pintar, baik hati dan romantis… semua dengan caranya sendiri. Cara Dilan mendekati Milea tidak sama dengan teman-teman lelakinya yang lain, bahkan Beni, pacar Milea di Jakarta. Bahkan cara berbicara Dilan yang terdengar kaku, lambat laun justru membuat Milea kerap merindukannya jika sehari saja ia tak mendengar suara itu. Perjalanan hubungan mereka tak selalu mulus. Beni, gank motor, tawuran, Anhar, Kang Adi, semua mewarnai perjalanan itu. Dan Dilan… dengan caranya sendiri…selalu bisa membuat Milea percaya ia bisa tiba di tujuan dengan selamat. Tujuan dari perjalanan ini. Perjalanan mereka berdua. Katanya, dunia SMA adalah dunia paling indah. Dunia Milea dan Dilan satu tingkat lebih indah daripada itu.

Saat kelompok Milea maju ke lomba Cerdas Cermat antar sekolah yang dihelat di kantor pusat TVRI di Jakarta, tiba-tiba saja Benni muncul ke hadapan Milea. Milea, yang sedang makan berdua saja dengan Nandan karena ditinggal teman mereka yang pergi ke kamar mandi, terlibat cekcok dengan Benni yang mengira Nandan merusak hubungan asmaranya. Benni menghajar Nandan sebelum dilerai oleh Milea. Benni mengata-ngatai Milea dengan sebutan genit berkali-kali, sehingga Milea memutuskan hubungan mereka. Benni marah besar, melanjutkan makiannya dengan menyebut Milea “pelacur”. Sekembalinya ke Bandung, Milea ditelepon Benni, yang kemudian memohon maaf. Milea sudah memaafkannya, tetapi menolak ajakan untuk kembali berpacaran. Benni mengeluarkan lagi makian “setan” dan “pelacur”, yang dibalas Milea dengan menutup telepon. Setelahnya, hubungan Dilan dan Milea makin dekat saja, walau belum pernah ada kata cinta terucap. Mereka pulang sekolah berboncengan, sesekali bergandengan tangan, dan bertelepon malam-malam. Saking dekatnya, Milea berhasil membujuk Dilan supaya tidak lagi terlibat dalam tawuran antar geng.

Milea juga membangun hubungan baik dengan bunda Dilan. Satu waktu, Milea ditunjuki kamar Dilan yang berantakan dan diajak merapikannya. Sang bunda juga menunjukkan puisi-puisi cinta yang dibuat Dilan untuk Milea.

Milea harus menghadapi Kang Adi, mahasiswa yang merupakan guru les privatnya dan sang adik. Tampak bahwa Kang Adi menaksir Milea. Dia bahkan membawa Milea mengunjungi kampus tempatnya belajar, Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketika Dilan mengetahui bahwa Milea pergi berdua dengan Kang Adi, ia mengirim puisi kekecewaan yang membuat Milea menyesal. Milea mencari Dilan ke rumahnya dan sekolah. Di sekolah ia bertemu Anhar, salah satu rekan geng Dilan, yang sedang mabuk. Anhar kemudian menamparnya. Setelah mengetahui peristiwa ini, Dilan menghajar Anhar habis-habisan. Mereka kemudian dilerai oleh guru BP dan kepala sekolah serta siswa-siswa lain. Mereka dan Milea pun dibawa ke ruang Kepala Sekolah. Setelah meninggalkan ruangan, Dilan dan Milea menuju warung Bi’ E’em, di mana mereka resmi berpacaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *